Nada Assyafiah (19005128)
Pendidikan Luar Sekolah
Universitas Negeri Padang
Pembelajaran online sekarang sudah menjadi hal yang lumrah di masa pandemi saat ini. Kita dituntut untuk bisa memainkan sebuah rangkaian yang harus kita pelajari seperti teknologi karena seiring dengan perkembangan zaman semua akan serba digital, dan ketika pandemi menjadi hal utama dalam sebuah pembelajaran jarak jauh karena tidak ada pembelajaran tatap muka. Maka dari itu, sangat diharapkan bagi seorang pendidik memiliki sebuah keahlian khusus dalam bidang TIK dan harus memiliki inovasi serta kreativitas yang tinggi dalam memanfaatkan teknologi ke dalam pembelajaran. Karena bagaimanapun juga hal tersebut dapat berpengaruh besar terhadap capaian hasil belajar warga belajar dan mutu pendidikan di Indonesia.
Penguasaan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) dapat dilakukan secara otodidak maupun melalui pelatihan yang dilakukan secara bertahap atau berkelanjutan demi kegiatan pembelajaran yang menarik dan waga belajar lebih termotivasi dan lebih optimal dalam memahami materi pembelajaran. Kemendikbud (2020) menyatakan teknologi dibidang pendidikan mengalami ketertinggalan dibandingkan dari perkembangan teknologi bidang finance maupun e-commerce. Hal itu karena adanya keterbatasan kemampuan dalam mengelola TIK dan kurangnya dukungan pemerintah dalam memberikan fasilitas serta pelatihan pelatihan yang belum merata khususnya di daerah 3T (terdepan,terpencil dan tertinggal).
Permasalahan yang dihadapi oleh pendidik terjadi oleh beberapa faktor, diantaranya adalah masih kurangnya pemahaman pendidik terhadap perilaku dan karakter warga belajar, pelaksanaan pembelajaran, serta pemanfaatan TIK dalam pembelajaran. Sementara itu terdapat pula kendala-kendala yang dihadapi pendidik yang menjadi hambatan dalam memanfaatkan TIK ke dalam proses pembelajaran, diantaranya yaitu kurangnya kemampuan pendidik dalam membuat media pembelajaran yang kreatif, kurangnya dukungan pemerintah sehingga adanya keterbatasan fasilitas TIK yang kurang memadai seperti, komputer/laptop, proyektor, jaringan yang tidak stabil apalagi di daerah-daerah terpencil dan kendala waktu yang sangat terbatas. Selain itu dalam personal diri dari pendidik itu sendiri yaitu kurangnya kesadaran untuk melakukan perubahan ke arah yang lebih baik dan SDM yang dimiliki khususnya dalam pengetahuan, kemampuan dan keterampilan guru menggunakan teknologi masih rendah sehingga membuat kualitas guru menjadi kurang baik dan berdampak buruk terhadap kinerja pendidik dalam proses pembelajaran. Selain itu, pemerataan dan pelaksanaan kegiatan pelatihan belum terealisasikan dengan baik.
Seiring dengan perkembangan zaman, kini pendidik dituntun untuk dapat beradaptasi dengan segala macam perubahan yang ada dan harus memiliki kemampuan serta keahlian yang khusus dalam memberdayagunakan teknologi ke dalam pembelajaran. Oleh karena itu, harus dilakukan berbagai upaya untuk meningkatkan kualitas pendidik terutama dalam kemampuan menguasai TIK baik itu melalui pelatihan secara khusus dari pemerintah maupun secara otodidak. Adapun solusi yang kami tawarkan untuk permasalahan ini yaitu guru harus mau mengikuti latihan tambahan seperti yang diselenggarakan oleh microsoft yaitu PIL (Partner In Learning). Dan juga mempelajari aplikasi moodle yang ada agar dapat membuat media pembelajaran yang efektif dan efisien.
Manfaat TIK di bidang pendidikan Kemajuan TIK membuat bidang pendidikan tidak lagi berjalan di tempat. Keberadaan internet dan piranti komputer kekinian telah menjadi solusi kegiatan belajar mengajar di tengah pandemi Covid-19. Dengan memanfaatkan berbagai software aplikasi konferensi di komputer atau ponsel pintar ditunjang akses internet, pembelajaran tetap bisa dilangsungkan meski ada kendala berkumpul tatap muka di kelas. Berikut ini berbagai manfaat TIK lainnya di bidang pendidikan seperti dikutip dari laman Sumber Belajar Kemendikbud: Informasi semakin cepat diperoleh dan diakses untuk tujuan pendidikan pendidikan. Munculnya inovasi e-learning membuat pembelajaran berkembang dan menunjang kemudahan proses pendidikan. Materi tentang pelajaran dapat dibuat lebih menrik dan interaktif. Kini makin mudah untuk mengakses informasi berkenaan dengan hasil penelitian orang atau pihak lain. Pelajar dapat dengan mudah untuk memperoleh bahan ilmu pengetahuan untuk mengerjakan tugas makalah, paper, dan sebagainya. Dengan menguasai TIK, terjadi kesetaraan untuk mengakses informasi atau ilmu sebagaimana yang dimiliki oleh siswa-siswa di negara maju. Siswa menjadi lebih siap menghadapi persaingan di dunia kerja saat mampu menguasai komputer dan penggunaannya. Sebagai bagian dari kemajuan TIK, internet menawarkan perpustakan digital terbesar saat ini yang sangat mudah diakses. TIK membantu sistem informasi lembaga pendidikan sehingga proses menajemen kesiswaan semakin mudah dilakukan dan lancar.
